Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
“Kredit bermasalah itu cukup besar sekarang. Saya akan membuat tax Force khusus untuk mengatasi yang bermasalah ini,” kata dia
Selain memperbaiki kualitas kredit, Charlie juga mendorong efisiensi internal dengan menekan berbagai hal yang dianggap boros. Menurutnya, efisiensi bukan berarti pengurangan semangat kerja, tetapi penataan ulang agar setiap sumber daya digunakan tepat sasaran dan menghasilkan kinerja optimal.
“Program-program penghematan. Tapi bidang-bidang yang mana saya mau perhatikan dulu. Yang boros-boros itu harus dikurangi. Itu aja kalau diperbaiki sudah bagus,” tandasnya.
Sebagai bagian dari restrukturisasi internal, ia menyampaikan langkah strategis untuk mengurangi jumlah pegawai di bidang administrasi dan meningkatkan jumlah tenaga profesional di bidang kredit dan pemasaran.
“Sekarang itu kalau kita lihat sebaran karyawan Bank NTT itu tidak balance. Di bagian-bagian administrasi operasional terlalu banyak. Sedangkan di bisnis-bisnis center seperti di perkreditan itu kurang. Bagusnya kalau yang di bisnis itu 70 persen dan di operasional 30 persen,” beber Charlie.
Tak hanya itu, Bank NTT juga tengah mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi (IT) dalam setiap lini kerja. Melalui sistem digital yang terintegrasi, proses pelayanan akan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.





