Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Charlie menjanjikan adanya pelatihan agar makin banyak yang bergerak di bisnis dan perkreditan. Idealnya, menurut Charlie, mesti ada 80 persen pegawai Bank NTT yang aktif di lini bisnis dan perkreditan. “Cukup 20 persen di operasional dan administrasi, karena hal-hal itu sudah banyak dibantu oleh teknologi,” imbuhnya.
Memperkuat Rasa Memiliki Bank NTT
Dari instruksi Gubernur NTT dan pernyataan Dirut Bank NTT yang telah kita perlihatkan di atas, tampak jelas adanya semangat dan niat baik untuk memperkuat rasa memiliki Bank NTT. Idealnya, semua orang NTT, baik yang tinggal di NTT maupun yang berada di luar Flobamora, menjadi nasabah Bank NTT dan aktif bertransaksi di bank daerah kebangaan kita ini.
Ada sejumlah hal yang kiranya bisa menjadi catatan bagi kita semua untuk menggugah rasa memiliki (sense of belonging) Bank NTT. Pertama, secara eksternal, mengasah rasa memiliki bisa tumbuh dari kebanggaan melihat kinerja Bank NTT yang harus semakin atraktif dan prospektif di mata publik.
Manajemen Bank NTT harus bisa meyakinkan masyarakat, aparatur sipil negara (ASN) di NTT, pekerja sektor swasta dan pengusaha lokal di daerah untuk nyaman bertransaksi di Bank NTT.
Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan pelayanan di bank, di ATM dan di tempat-tempat lain hingga pada pertanggungjawaban kinerja keuangan yang dilakukan secara berkala, seperti kenaikan nilai dan jumlah penyaluran fasilitas kredit, dana pihak ketiga (DPK), pendapatan dan laba bersih, dan lain-lain.
