Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Kedua, mengukur efisiensi operasional perbankan dengan memperhatikan BOPO (Beban Operasional Pendapatan Operasional). Identifikasi terhadap pos-pos yang boros akan dilakukan untuk segera diperbaiki demi meningkatkan profitabilitas bank dengan mengoptimalkan biaya operasional.
Ketiga, akan menggelar customers gathering di setiap kabupaten dan kota: bertemu dengan para pengusaha. Kredit-kredit konsumtif akan dievaluasi dan berganti ke kredit-kredit komersial yang lebih produktif. Pimpinan Bank NTT akan mengajak makin banyak warga NTT untuk menjadi nasabah Bank NTT.
Keempat, peningkatan standar mutu pelayanan yang harus bagus. “Pelayanan (Bank NTT) jangan jelek,” kata Charlie kepada para wartawan di Kupang, belum lama ini.
Kelima, profit center akan difokuskan pada fungsi dan peran Direktur Treasury dan Keuangan yang saat ini diemban oleh seorang bankir senior dan berpengalaman Heru Helbianto.
“Ada sumber pendanaan baru dari treasury. Direktur Treasury kita orang dari Jakarta, bankir senior yang tahu cara-cara dan bertanggung jawab atas pengelolaan likuiditas dan portofolio investasi bank,” tegas Charlie.
Keenam, pimpinan Bank NTT akan segera menyelesaikan keluhan sebaran karyawan yang tidak seimbang dan non-produktif. Ada indikasi awal bahwa terjadi penumpukan pada bagian administrasi dan operasional yang mencapai 80 persen. Sisanya hanya 20 persen karyawan yang bergerak di lini bisnis dan perkreditan.
