Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Meniru BRI, Berguru pada BCA
Gubernur NTT selalu berharap dan optimistis bahwa Bank NTT menjadi jantung dan motor untuk kegiatan ekonomi dan pembangunan NTT, terutama untuk mendukung program prioritas satu kampung satu produk (One Village One Product/OVOP) dengan segala variannya. Tugas kita sebagai publik tentu saja memastikan instruksi gubernur dan rencana kerja dewan direksi bisa berjalan dengan baik.
Dari perspektif etika perbankan, penyaluran fasilitas kredit kepada semua pihak secara adil adalah alat dan sarana untuk pemerataan ekonomi (Bdk. Sonny Keraf, 2021: 290-308). Peran bank sebagai agen pembangunan yang mendistribusikan keadilan ekonomi mesti memperhatikan sejumlah hal. Pertama, pelayanan keuangan yang inklusif dan optimalisasi penggunaan sarana teknologi informasi. Kedua, peran konvensional bank perlu ditingkatkan terutama kepada warga pedesaan yang belum melek sektor keuangan dan investasi. Ketiga, prinsip keadilan dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit menjadi keharusan. Keempat, mendukung penuh kebijakan pemerintah yang pro-rakyat.
Sampai pada titik ini yang kiranya memang masih sangat awal, saya ingat nasihat seorang investor di pasar saham: following the masters (mengikuti gerak para suhu). Menurut saya, untuk beberapa bulan ke depan, Bank NTT perlu belajar banyak dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Central Asia (BCA). Bukan pada hal-hal yang istimewa, tetapi pada hal-hal mendasar.
