Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penguatan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui perbankan daerah, termasuk Bank NTT. Pemerintah daerah, lanjutnya, menyiapkan dukungan pembiayaan untuk membantu pekerja migran maupun calon tenaga kerja agar dapat mengakses pelatihan dan modal awal secara lebih mudah.
Gubernur Melki juga menyinggung skema pembiayaan sekitar Rp50 miliar yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem tenaga kerja, termasuk mencegah ketergantungan pada tengkulak atau calo dalam proses keberangkatan pekerja migran.
“Kita ingin prosesnya lebih aman, lebih transparan, dan tidak membebani pekerja di awal,” katanya.
Lebih jauh, ia mendorong agar pekerja tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga bertransformasi menjadi pelaku usaha. Menurutnya, masih terbuka luas ruang usaha di berbagai sektor di NTT yang dapat diisi oleh pengusaha baru dari kalangan pekerja.
Perlindungan Pekerja Lewat Jaminan Sosial
Isu perlindungan tenaga kerja juga menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Pemerintah Provinsi NTT terus memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan dasar bagi pekerja formal maupun informal.
Gubernur Melki menyebut, pada tahun sebelumnya pemerintah telah melindungi sekitar 100.000 pekerja melalui program jaminan sosial, dan program serupa kembali dilanjutkan pada tahun ini dengan cakupan yang diperluas.






