Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Tantangan struktural: Pengangguran Hingga Kualitas SDM
Dalam pemaparannya, Gubernur Melki menyoroti sejumlah persoalan mendasar ketenagakerjaan di NTT, mulai dari tingginya angka pengangguran, rendahnya kualitas sumber daya manusia, hingga terbatasnya akses informasi pasar kerja.
Ia menyebut, masih adanya kesenjangan antara angkatan kerja dan kebutuhan dunia usaha menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan penciptaan lapangan kerja baru serta peningkatan keterhubungan antara pendidikan, pelatihan, dan industri.
Selain itu, struktur tenaga kerja di NTT yang masih didominasi sektor primer seperti pertanian dinilai belum memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal. Keterbatasan industri pengolahan dan hilirisasi disebut turut memperlemah daya saing daerah.
“Defisit neraca perdagangan kita masih besar, sekitar Rp51 triliun. Ini menunjukkan kita masih menjual bahan mentah, belum mengolah menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.
UMKM, KUR Bank NTT, dan Skema Naik Kelas Pekerja
Di tengah keterbatasan tersebut, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi informal disebut menjadi bantalan utama perekonomian daerah. Pemerintah, kata Melki, berkomitmen memperkuat sektor ini melalui berbagai dukungan pembiayaan dan kebijakan afirmatif.






