Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Upaya ini dilakukan bersama lembaga penyelenggara jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan, sebagai bagian dari penguatan perlindungan terhadap risiko kerja, termasuk kecelakaan kerja, kematian, hingga hari tua.
“Perlindungan ini penting agar pekerja tidak berjalan sendiri menghadapi risiko kerja,” ujarnya.
Risiko Pekerja Migran dan Isu Kompetensi
Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki juga menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pekerja migran asal NTT. Banyak di antara mereka, kata dia, berangkat tanpa keterampilan memadai, tanpa dokumen lengkap, dan tanpa perjanjian kerja yang jelas, sehingga rentan terhadap eksploitasi hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Ia menekankan pentingnya pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi agar tenaga kerja asal NTT mampu bersaing, baik di dalam maupun luar negeri.
“Semakin tinggi kompetisi, semakin tinggi standar yang harus dipenuhi,” katanya.
Sebagai contoh, ia menyebut tenaga kerja di sektor kesehatan yang telah memiliki kompetensi dapat memperoleh penghasilan jauh lebih tinggi di luar negeri, sementara pekerja tanpa keterampilan memadai akan sulit bersaing.
Hubungan Industrial dan Tantangan ke Depan
Selain aspek ekonomi dan kompetensi, hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha juga menjadi sorotan. Perselisihan terkait upah, kesejahteraan, dan kondisi kerja masih kerap muncul dan memerlukan peran aktif pemerintah sebagai mediator.






