Dirut Bank NTT Charlie Paulus: KUR Bukan Dana Hibah, Harus Dipakai untuk Usaha Produktif

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID

+Gabung

Menurutnya, skema pembiayaan ini sangat penting karena banyak warga NTT yang bekerja di luar negeri dan membutuhkan biaya persiapan, seperti pelatihan, administrasi, tiket perjalanan hingga biaya hidup awal di negara tujuan. Dengan bunga sekitar 6 persen dan plafon pinjaman hingga Rp100 juta, KUR dinilai menjadi solusi pembiayaan yang terjangkau.

Selain pekerja migran, KUR tahun ini juga diarahkan untuk mendukung sektor produktif, termasuk ketahanan pangan. Charlie menilai NTT memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang perlu didorong melalui pembiayaan modal kerja maupun investasi.

Ia menjelaskan, KUR terbagi dalam kredit modal kerja dan kredit investasi. Kredit investasi digunakan untuk pembelian aset tetap seperti mesin atau pembangunan fasilitas usaha, sedangkan modal kerja dipakai untuk mendukung operasional usaha, termasuk pembelian bahan baku dan menutup kebutuhan likuiditas akibat pembayaran tempo dari pembeli.

Untuk pinjaman di bawah Rp100 juta, kata dia, tidak diperlukan jaminan. Namun untuk pinjaman di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta, tetap dibutuhkan agunan sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ini Bank NTT memiliki 222 jaringan kantor yang tersebar di berbagai wilayah NTT. Jaringan tersebut akan dimaksimalkan untuk menjangkau sentra-sentra ekonomi dan pelaku UMKM hingga ke tingkat kecamatan.

Pos terkait