Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Selain pelayanan, manajemen juga tengah memperkuat tata kelola penyaluran kredit. Langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari upaya menekan risiko kredit bermasalah yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu tantangan utama Bank NTT.
Menurut Charlie, evaluasi dilakukan terhadap mekanisme pemberian kewenangan kredit di kantor-kantor cabang. Ke depan, besaran kewenangan tidak lagi disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan kapasitas sumber daya manusia, tingkat kehati-hatian, serta rekam jejak masing-masing cabang.
Pendekatan berbasis kompetensi itu diharapkan mampu memperkuat manajemen risiko sekaligus menciptakan proses penyaluran kredit yang lebih sehat dan akuntabel. Ia mengakui proses pembenahan tersebut membutuhkan waktu karena menyangkut perubahan sistem dan budaya kerja organisasi.
Charlie juga menegaskan Bank NTT merupakan aset strategis milik masyarakat Nusa Tenggara Timur. Karena itu, seluruh proses transformasi yang sedang dilakukan diarahkan agar bank mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pengguna layanan.
Ia mengajak masyarakat untuk terlibat dalam proses pembenahan dengan menyampaikan kritik dan masukan secara langsung kepada manajemen. Menurut dia, kritik yang disampaikan melalui saluran resmi akan lebih efektif menjadi bahan evaluasi dibandingkan berkembang sebagai opini di media sosial.






