Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakka Lena dan para peserta Dialog Interaktif bertema “Membangun Kolaborasi dan Sinergi antara Pemerintah, Dunia Usaha dan Serikat Buruh/Pekerja dalam Melindungi dan Menciptakan Pekerja yang Kontributif” yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT di Aula El Tari, Kupang, Kamis (30/4/2026). Foto: jendralpurek
KUPANG,KlikNTT.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi serius atas wajah ketenagakerjaan daerah. Di Aula El Tari, Kupang, Kamis (30/4/2026), Pemerintah Provinsi NTT mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, serikat pekerja, hingga lembaga jaminan sosial dalam sebuah dialog interaktif yang menyoroti tantangan struktural ketenagakerjaan sekaligus arah pembenahan ke depan.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, persoalan ketenagakerjaan di daerah tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan sektoral yang berjalan sendiri-sendiri. Ia menilai, titik temu antara pekerja dan pengusaha harus diperkuat sebagai fondasi utama membangun ekosistem kerja yang sehat dan berkelanjutan.
“Pengusaha tidak bisa tanpa pekerja, dan pekerja tidak bisa bekerja tanpa pengusaha. Karena itu, negara harus hadir sebagai jembatan,” kata Gubernur Melki dalam forum bertema Membangun Kolaborasi dan Sinergi antara Pemerintah, Dunia Usaha, dan Serikat Buruh/Pekerja dalam Melindungi dan Menciptakan Pekerja yang Kontributif.






