Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Dijelaskan Daud, skema KKB Bank NTT menawarkan pembiayaan kendaraan baru maupun bekas dengan tenor yang fleksibel dan suku bunga kompetitif.
Produk ini juga, lanjut Daud, terbuka bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap, sebuah pendekatan yang relevan dengan struktur ekonomi Sumba Tengah yang masih ditopang sektor informal dan usaha skala kecil.
“Sejumlah warga mulai merasakan dampaknya. Bagi pelaku usaha, kendaraan roda dua maupun roda empat membantu mempercepat distribusi hasil pertanian dan perdagangan antarwilayah. Sementara bagi pekerja dan keluarga, akses kendaraan pribadi mempersingkat waktu tempuh sekaligus menekan biaya transportasi jangka panjang,” ungkap Daud.
Menurut Daud, langkah Bank NTT Cabang Waibakul ini mencerminkan pergeseran peran bank pembangunan daerah, dari sekadar lembaga intermediasi keuangan menjadi katalis aktivitas ekonomi di daerah. Di tengah upaya mendorong pertumbuhan yang lebih merata di Nusa Tenggara Timur, pendekatan berbasis kebutuhan riil masyarakat seperti ini menjadi kunci.
Namun demikian, Bank NTT tetap mengingatkan pentingnya literasi keuangan dalam memanfaatkan fasilitas kredit. Perencanaan cicilan yang matang dan penggunaan kendaraan secara produktif menjadi faktor penentu agar pembiayaan tidak berubah menjadi beban.
