Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Kupang, KlikNTT.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan skema pembiayaan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk dukungan pendanaan sebesar Rp50 miliar melalui Bank NTT. Kebijakan ini ditujukan untuk memutus ketergantungan pekerja pada tengkulak atau calo.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan hal tersebut saat membuka dialog interaktif bertema “Membangun Kolaborasi dan Sinergi antara Pemerintah, Dunia Usaha dan Serikat Buruh/Pekerja dalam Melindungi dan Menciptakan Pekerja yang Kontributif” yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT di Aula El Tari, Kamis (30/4).
Melki menjelaskan, melalui skema KUR tersebut, biaya pelatihan dan persiapan kerja PMI dapat ditanggung di awal dan dibayarkan setelah pekerja memperoleh penghasilan. “Supaya mereka tidak lagi bergantung pada tengkulak atau calo,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah menargetkan proses keberangkatan PMI dapat dilakukan langsung dari NTT guna meningkatkan pengawasan sekaligus memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Dalam jangka panjang, Pemprov NTT juga mendorong transformasi tenaga kerja menjadi pelaku usaha. Pemerintah tengah menyiapkan dukungan pembiayaan melalui KUR perbankan dan koperasi yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
