Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
“Bank NTT harus menjadi instrumen nyata dalam denyut pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Timur, bukan sekadar simbol daerah. Direksi dan komisaris baru harus berani menegakkan tata kelola bank yang disiplin, menata jaringan dan layanan yang sehat, serta memperkuat inklusi keuangan hingga pelosok,” tambahnya.
Kepemimpinan baru Bank NTT di bawah Charlie Paulus membawa semangat reformasi kelembagaan yang mengedepankan prinsip prudential banking dan compliance management. Dalam pernyataannya usai pelantikan, Charlie menegaskan langkah pertama yang akan ditempuh adalah memperbaiki tata kelola internal (internal governance) dan sistem pengawasan agar seluruh aktivitas operasional bank berjalan sesuai prinsip transparansi dan kehati-hatian (prudential principle).
“Bank ini harus kita tata ulang. Sistem dan prosedur mesti dibenahi agar tidak ada lagi keputusan yang melanggar prinsip kehati-hatian perbankan. Tata kelola adalah fondasi agar Bank NTT tumbuh sehat dan dipercaya publik,” ujar Charlie.
Sebagai lembaga keuangan milik daerah, Bank NTT memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk memastikan seluruh kebijakan kredit, penghimpunan dana, dan penyaluran pembiayaan berjalan sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan standar akuntabilitas publik. Reformasi ini juga menyentuh aspek manajemen risiko (risk management framework) yang menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan lembaga keuangan daerah.
