Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Menurutnya, perubahan memang tidak mudah, namun tanpa keberanian meninggalkan masa lalu, kemajuan tidak akan tercapai.
Karena itu, ia meminta agar rencana bisnis Bank NTT ke depan, harus selaras dengan arah pembangunan provinsi serta kabupaten/kota, dengan strategi yang tertulis, terukur, dan disepakati bersama.
Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya dukungan Bank NTT terhadap sektor riil, terutama pertanian, perkebunan, peternakan, dan UMKM, yang menjadi tumpuan hidup mayoritas masyarakat NTT.
BACA JUGA: Menuju UNWIRA yang Tangguh, Unggul, dan Memerdekakan
“Jika Bank NTT serius menyalurkan kredit produktif dan mengelola KUR dengan baik, pertumbuhan ekonomi kita bisa stabil di atas lima persen,” katanya optimistis.
Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Jatim, atas dukungannya terhadap Bank NTT dalam masa-masa sulit sebelumnya.
Namun ia menegaskan bahwa, kemitraan tersebut harus menjadi sarana pembelajaran untuk memperkuat sistem dan sumber daya manusia Bank NTT, bukan sekadar bantuan modal.
Ia menyebut arah perubahan yang sedang digagas sebagai “revolusi tata kelola”. “Revolusi berarti yang lama jangan menahan yang baru. Semua harus dijalankan dengan integritas, disiplin, dan semangat melayani rakyat. Tidak boleh ada ruang bagi praktik lama yang mencederai kepercayaan publik,” tegasnya lagi.
