Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
“KUR ini program nasional. Setelah lima tahun tidak diperbolehkan, kini Bank NTT kembali dipercaya menyalurkan KUR dengan plafon awal Rp350 miliar,” ujar Charlie di Kupang, Sabtu (4/7/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena yang menurutnya memiliki peran penting dalam memperjuangkan kembalinya akses Bank NTT dalam program tersebut.
Dorongan Politik Ekonomi untuk UMKM
Kebijakan ini menandai sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan daerah dalam memperkuat ekonomi mikro. Di NTT, UMKM selama ini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor perdagangan, kuliner, pertanian, peternakan, perikanan, dan jasa skala kecil.
Dengan kembalinya akses terhadap KUR, pemerintah daerah berharap terjadi percepatan perputaran modal di tingkat akar rumput. Plafon awal sebesar Rp350 miliar diproyeksikan akan disalurkan kepada ribuan pelaku usaha di berbagai kabupaten dan kota di NTT dalam waktu enam bulan ke depan.
Skema KUR sendiri menawarkan bunga rendah sekitar 0,5 persen per bulan karena mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat. Kebijakan ini dirancang untuk memperluas akses pembiayaan formal sekaligus menekan ketergantungan pelaku usaha pada sumber pembiayaan informal dengan bunga tinggi.
