Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
“Kita mau semua proses selesai di NTT. Jadi mereka berangkat dari sini langsung ke negara tujuan, tidak lagi urus macam-macam di luar NTT,” tegasnya.
Selama ini, PMI asal NTT umumnya harus transit di daerah lain seperti Batam atau Nunukan, yang dinilai rawan praktik ilegal dan TPPO.
“Kalau semua selesai di sini paspor, sertifikasi, pelatihan maka kita bisa tekan risiko TPPO. Orang berangkat langsung dari NTT ke perusahaan tujuan,” katanya.
Khusus sektor kesehatan, Gubernur menyebut peluang global sangat besar, terutama untuk tenaga perawat.
“Satu tahun kebutuhan perawat di dunia bisa sampai 14 juta. Ini peluang besar untuk NTT,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan di Jepang, dengan ratusan rumah sakit yang membutuhkan tenaga kerja, termasuk rumah sakit dengan kapasitas dan kualitas tinggi.
Untuk mengatasi kendala biaya pelatihan, Gubernur NTT menyebut, pemerintah telah menyediakan skema Kredit Usaha Rakyat khusus PMI (KUR PMI) melalui Bank NTT.
“Bagi yang kesulitan biaya, bisa manfaatkan KUR PMI. Negara sudah siapkan sekitar Rp50 miliar melalui Bank NTT,” katanya.
Recruitment Partnership Director LPK Musubu, Vonny Francis Yuki, mengatakan lembaganya saat ini mampu mengirim sekitar 50 pekerja asal NTT ke Jepang setiap tahun.





