Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
Tahun 2026, Pemkab menargetkan penyiapan 200.000 anakan kopi dari Komunitas Sejuta Harapan dan jejaring kelompok tani di desa-desa. Tambahan 200.000 benih akan disemai melalui dukungan BPDAS Noelmina Kupang di Persemaian Wairasa.
Di lapangan, kopi robusta dipilih bukan tanpa alasan. Tanaman ini relatif adaptif terhadap kondisi agroklimat setempat dan memiliki pasar yang stabil. Namun, produktivitas dan mutu kerap terkendala keterbatasan bibit unggul, teknik pembibitan, hingga perawatan awal. Intervensi pada fase ini diharapkan memperkecil risiko gagal tanam dan mempercepat masa produktif.
Gilbert menegaskan, peran bank daerah tak berhenti pada layanan keuangan. “Kami ingin hadir sebagai mitra pembangunan,” katanya. Bank NTT memosisikan diri sebagai simpul kolaborasi, menghubungkan akses permodalan, literasi keuangan, dan penguatan rantai nilai komoditas lokal.
Targetnya ambisius: satu juta anakan kopi tertanam dalam tiga tahun. Jika konsisten, program ini tak hanya memperluas tutupan tanaman produktif, tetapi juga membuka peluang kerja, menambah pendapatan rumah tangga tani, dan memperkuat ketahanan ekonomi wilayah. Dari pembibitan hingga panen, dari kebun ke pasar, “Sejuta Harapan” diharapkan benar-benar menjelma, bukan sekadar slogan, melainkan fondasi kesejahteraan baru bagi warga Sumba Tengah.*/ProkopimSTeng/llt
