Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KLIKNTT.ID
+Gabung
KlikNTT.Com-Pelaku UMKM sambut baik penyaluran KUR, namun masih mengeluhkan proses administrasi yang dinilai rumit. Kota Kupang, 2 Maret 2026 — Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr Roland E. Fanggidae, mendorong PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT untuk memperkuat mitigasi risiko dalam penyaluran Kredit Usaha Mikro (KUR) senilai Rp350 miliar pada tahun 2026. Bacaan Lainnya Gubernur Melki Laka Lena: Perahu Pers Menembus Ombak ZamanNasabah Nilai ATM dan Aplikasi Non Tunai Bank NTT Beri Manfaat GandaBank NTT Gelar Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP untuk ASN Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana itu menegaskan, langkah mitigasi diperlukan agar tidak terulang persoalan kredit macet yang pernah terjadi sebelumnya. “Bank NTT perlu melakukan mitigasi risiko secara serius, mulai dari penilaian kelayakan debitur, kelengkapan dokumen, hingga analisis kredit yang lebih ketat,” ujarnya di Kupang, Selasa (24/2). Bank NTT kembali mendapat kepercayaan menyalurkan KUR setelah sempat dihentikan akibat tingginya kredit bermasalah. Total alokasi KUR tahun ini terdiri dari KUR mikro Rp100 miliar, KUR kecil Rp200 miliar, serta KUR penempatan pekerja migran Indonesia Rp50 miliar, dengan target menjangkau sedikitnya 3.450 debitur baru. Menurut Roland, jaringan Bank NTT yang tersebar di pelosok daerah menjadi peluang strategis untuk memperluas akses pembiayaan. Namun, ia menekankan perlunya pengawasan berkelanjutan serta literasi keuangan bagi penerima KUR. “Dana pinjaman harus digunakan untuk kegiatan produktif agar hasilnya dapat digunakan untuk pengembalian pinjaman. Jika digunakan untuk kebutuhan konsumtif, risiko gagal bayar akan meningkat,” katanya.
